Setiap masyarakat mengalami perubahan, baik secara lambat ataupun cepat. Tidak ada satu masyarakatpun yang tidak mengalami perubahan. Keberadaan masyarakat Indonesia di tengah masyarakat dunia menjadi satu bahasan yang cukup menarik, di mana kita melihat satu fenomena budaya atau kultur masyarakat yang masih memiliki kepercayaan mistik yang begitu kuat di jaman yang serba teknologi ini. Kita melihat saat ini ada sebagian masyarakat yang masih mempercayai akan kekuatan yang ada dalam sebuah batu di tangan seorang anak kecil yang lugu.
Ironis sekali, dimana negara lain berlomba untuk menciptakan sebuah karya baru masyarakat kita justru sibuk dengan kekuatan-kekuatan yang tidak mendasar sama sekali. Ya, inilah potret masyarakat Indonesia yang belum bisa meningkatkan taraf pendidikannya. Dari peristiwa ini terlihat bahwa wajib belajar 9 tahun yang telah digulirkan pemerintah belum bisa mencerdaskan bangsa Indonesia secara menyeluruh.
Senin, 23 Februari 2009
Menjemput Ajal Dengan Senyuman
MENJEMPUT AJAL DENGAN SENYUMAN
Kematian merupakan kepastian yang akan dialami setiap manusia. Tak seorangpun yang bisa lari dari kematian, walaupun ia bersembunyi dibalik benteng yang kokoh atau dijaga dengan beribu tentara bersenjata lengkap. Kematian akan senantiasa memburu dan mengintai manusia pada setiap saat, baik yang muda atau yang tua, baik yang sehat ataupun yang sakit.
Ya !!! kematian adalah sesuatu yang ghaib, setiap manusia tidak mengetahui dimana dan kapan ia akan menghembuskan nafas terakhirnya. Manusia hanya bisa berusaha untuk bisa menjemput kematian dengan sebaik-baiknya. Beruntunglah manusia yang menjemput kematiannya dengan senyuman, karena ia pasti akan mendapat karunia Allah SWT yang agung. Lalu siapakah yang akan menjemput kematiannya dengan senyuman???. Mereka adalah para pejuang dan pembela agama Allah SWT, mereka adalah para penuntut ilmu, mereka adalah ahli infaq, mereka adalah ahli sujud, mereka adalah yang bermanfaat bagi sesamanya, mereka adalah yang ikhlas hanya untuk Sang Pecipta, mereka adalah yang senantiasa bersyukur terhadap nikmat yang telah diberikan, mereka adalah yang senantisa menjaga bibirnya dan pandangannya, mereka adalah yang senantiasa menjaga amarahnya, mereka adalah yang senantiasa merendahkan hatinya.
Kematian merupakan kepastian yang akan dialami setiap manusia. Tak seorangpun yang bisa lari dari kematian, walaupun ia bersembunyi dibalik benteng yang kokoh atau dijaga dengan beribu tentara bersenjata lengkap. Kematian akan senantiasa memburu dan mengintai manusia pada setiap saat, baik yang muda atau yang tua, baik yang sehat ataupun yang sakit.
Ya !!! kematian adalah sesuatu yang ghaib, setiap manusia tidak mengetahui dimana dan kapan ia akan menghembuskan nafas terakhirnya. Manusia hanya bisa berusaha untuk bisa menjemput kematian dengan sebaik-baiknya. Beruntunglah manusia yang menjemput kematiannya dengan senyuman, karena ia pasti akan mendapat karunia Allah SWT yang agung. Lalu siapakah yang akan menjemput kematiannya dengan senyuman???. Mereka adalah para pejuang dan pembela agama Allah SWT, mereka adalah para penuntut ilmu, mereka adalah ahli infaq, mereka adalah ahli sujud, mereka adalah yang bermanfaat bagi sesamanya, mereka adalah yang ikhlas hanya untuk Sang Pecipta, mereka adalah yang senantiasa bersyukur terhadap nikmat yang telah diberikan, mereka adalah yang senantisa menjaga bibirnya dan pandangannya, mereka adalah yang senantiasa menjaga amarahnya, mereka adalah yang senantiasa merendahkan hatinya.
Langganan:
Postingan (Atom)
